SUKABUMI – Senin, 02 Maret 2026. Kondisi sarana pendidikan di SDN Cibodas, Kecamatan Nagrak, menjadi bukti nyata lambatnya perhatian pemerintah daerah. Pintu ruang kelas yang seharusnya menjadi pelindung utama, kini tampak hancur, berlubang, dan melapuk dimakan usia.

Seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kerusakan ini bukanlah masalah baru. “Kondisi pintu rusak ini sebenarnya sudah lama sekali dibiarkan seperti itu,” ujarnya ketus.
Kondisi ini memicu sindiran tajam bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Publik mempertanyakan ke mana larinya anggaran rehabilitasi sekolah jika untuk urusan pintu saja harus menunggu bertahun-tahun hingga keropos total. Seolah-olah, keselamatan dan kenyamanan siswa di Nagrak dianaktirikan dibandingkan proyek-proyek lain yang lebih “berkilau”.

Sangat ironis melihat rak sepatu siswa yang tersusun rapi di depan pintu yang nyaris roboh. Semangat belajar anak-anak Sukabumi seakan beradu dengan sikap apatis birokrasi yang membiarkan kerusakan sarana pendidikan menjadi pemandangan sehari-hari.
Masyarakat menanti, apakah Dinas Pendidikan butuh waktu beberapa tahun lagi untuk sekadar mengganti daun pintu, atau harus menunggu sampai pintu tersebut benar-benar ambruk menimpa siswa? Keseriusan pemerintah dalam memenuhi standar pelayanan minimal pendidikan di wilayah Nagrak kini sedang dipertaruhkan.
Kontributor : Dedi Irawan (Pimpred Buser 88)
Redaktur : Widiyano*©
