Sukabumi – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan publik. Guna memastikan kualitas asupan yang diterima siswa, tim redaksi berkesempatan melakukan peninjauan langsung ke salah satu dapur umum yang berlokasi di wilayah kab. Sukabumi.

Standar Gizi dan Kebersihan
Berdasarkan pantauan di lokasi, proses pengolahan makanan dimulai sejak pukul 04.00 WIB. Para petugas dapur terlihat mengenakan atribut lengkap sesuai standar sanitasi, mulai dari penutup kepala, masker, hingga sarung tangan plastik.
Koordinator Dapur, (PR) menjelaskan bahwa menu yang disusun telah melewati konsultasi ahli gizi untuk memastikan pemenuhan karbohidrat, protein hewani, sayur-mayur, dan buah.
“Kami tidak hanya mengejar rasa, tapi juga ketepatan kalori. Setiap porsi harus mengandung protein yang cukup agar konsentrasi belajar anak-anak meningkat,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kesibukan dapur.
Rantai Pasok Lokal
Selain masalah nutrisi, program ini ternyata memberikan dampak ekonomi lokal. Seluruh bahan baku seperti beras, telur, dan sayuran didapatkan langsung dari petani dan pedagang di sekitar wilayah kab. Sukabumi. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesegaran bahan sekaligus memberdayakan UMKM setempat.
Pengawasan Ketat
Sebelum didistribusikan ke kelas-kelas, sampel makanan diambil terlebih dahulu untuk uji kelayakan. Langkah preventif ini dilakukan guna menghindari risiko gangguan kesehatan pada siswa.
“Kami ingin memastikan bahwa apa yang dimasak di dapur ini sama kualitasnya dengan apa yang tersaji di meja siswa. Kebersihan alat masak dan wadah distribusi juga kami cek secara berkala,” tambahnya.
Melalui kunjungan ini, terlihat bahwa program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan, melainkan upaya sistematis dalam membangun generasi yang lebih sehat melalui manajemen dapur yang profesional dan transparan.
AI*
![]()
