
Buserkriminal88News – Sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polda Jawa Barat resmi berganti. Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram (ST) Nomor 143/I/KEP/2026 dan Nomor 99/I/KEP/2026, yang mencakup pergantian kapolres, rotasi pejabat perencanaan, hingga pimpinan fungsi siber yang melibatkan Polda Metro Jaya.
Dalam rangkaian keputusan tersebut, AKBP Ardian Satrio Utomo yang sebelumnya menjabat Kapolres Sukabumi Kota dirotasi untuk mengemban tugas baru sebagai Wadirressiber Polda Metro Jaya. Pergeseran ini sekaligus menandai pergantian pucuk pimpinan di Polres Sukabumi Kota.
Posisi Kapolres Sukabumi Kota kini diisi oleh AKBP Sentot Kunto Wibowo. Ia sebelumnya bertugas sebagai Kanit 1 Subdit III Dittipideksus Bareskrim Polri sebelum diangkat dalam jabatan barunya di wilayah hukum Polda Jabar.
Mutasi juga menyentuh jajaran kewilayahan lain. AKBP Didi Dewantoro, yang sebelumnya menjabat Kasubbagwal Bagpamwal Roprovos Divpropam Polri, ditunjuk mengisi jabatan Kapolres Banjar Polda Jabar.
Di level pejabat utama, terjadi rotasi pada kursi perencanaan. Kombes Pol Teguh Tri Sasongko yang semula menjabat Karorena Polda Jabar diangkat menjadi Karorena Polda Metro Jaya. Posisinya digantikan oleh Kombes Pol Handoyo yang sebelumnya menjabat Karorena Polda Jateng.
Perubahan signifikan juga tampak pada fungsi siber. Kombes Pol R. Bagoes Wibisono H. K. yang sebelumnya menjabat Dirressiber Polda Jabar dirotasi menjadi Dirressiber Polda Metro Jaya. Sementara itu, jabatan Dirressiber Polda Jabar kini diemban Kombes Pol Fian Yunus yang sebelumnya menjabat Penata Kebijakan Kapolri Madya Tk. III Polda Metro Jaya.
Mutasi di Polda Jawa Barat ini merupakan bagian dari gelombang rotasi besar di tubuh Polri pada Januari 2026 yang melibatkan 85 personel perwira tinggi dan perwira menengah. Dari jumlah tersebut, 69 personel mendapatkan promosi jabatan maupun pergeseran setara (flat) untuk pengisian jabatan strategis di tingkat Mabes hingga kewilayahan.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa mutasi merupakan mekanisme rutin pembinaan organisasi sekaligus pengembangan karier.
“Mutasi jabatan adalah hal yang rutin dan wajar dalam organisasi Polri. Ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran, penguatan struktur organisasi, serta pembinaan karier guna memastikan pelaksanaan tugas Polri berjalan optimal dan profesional,” ujar Trunoyudo dalam keterangan tertulis yang diterima detikJabar, Sabtu (24/1/2026).
Ia menambahkan, para pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan segera beradaptasi dan memberi kontribusi terbaik dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ist*
![]()
