Skip to content
Buser kriminal 88 news

Buser kriminal 88 news

"Suara Anda, Kebenaran Kami"

  • Bagikan dengan Alat asliBerbagiDisalin ke clipboard
  • Berbagi di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Facebook
  • Berbagi di LinkedIn(Membuka di jendela yang baru)LinkedIn
  • Berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)WhatsApp
  • Berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Telegram
  • Berbagi di Threads(Membuka di jendela yang baru)Threads
  • Berbagi di X(Membuka di jendela yang baru)X
  • Berbagi di Cetak(Membuka di jendela yang baru)Cetak
  • Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru)Tumblr
  • Berbagi di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Facebook
  • Berbagi di LinkedIn(Membuka di jendela yang baru)LinkedIn
  • Berbagi di Cetak(Membuka di jendela yang baru)Cetak
  • Berbagi di Surat(Membuka di jendela yang baru)Surat
  • Berbagi di Mastodon(Membuka di jendela yang baru)Mastodon
  • Berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Telegram
  • Berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)WhatsApp
Primary Menu
  • Berita Utama
  • TNI/POLRI
  • Hukum & kriminal
  • TIPIKOR
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Pemerintah
  • Kabar desa
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Sosial & Ekonomi
  • Informasi & Edukasi
  • Bok Redaksi
  • Kami Akan Segera Kembali
  • Home
  • Berita Utama
  • Bos BGN Ungkap Prabowo Miris Makan Bergizi Gratis Belum Merata di Semua Daerah
  • Berita Utama
  • Informasi & Edukasi
  • Nasional
  • Pemerintah

Bos BGN Ungkap Prabowo Miris Makan Bergizi Gratis Belum Merata di Semua Daerah

Admin Agustus 25, 2025 2 minutes read

Kepala BGN menyatakan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis yang belum merata membuat Presiden Prabowo merasa miris tiap kali berkunjung ke daerah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat , 24 Februari 2025. Tempo/Hendrik Yaputra.

Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis masih belum merata. Ia menyebut kondisi ini menyebabkan Presiden Prabowo Subianto merasa miris tiap kali berkunjung ke daerah.

“Pak Presiden itu setiap kali ke daerah beliau merasa miris, karena lebih banyak yang belum bisa terima daripada yang terima. Makanya kami membutuhkan percepatan,” ujar Dadan saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Jumat, 9 Mei 2025.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menambahkan, Makan Bergizi Gratis merupakan program utama Prabowo. Ia menyebut masih ada daerah yang belum menerima makan bergizi, sedangkan daerah lain sudah.

Warga daerah yang belum menerima makan bergizi, ujar Zulhas, kerap mengeluh kepada Presiden karena belum kebagian jatah. Terutama warga di daerah-daerah yang tertinggal, terluar, dan termiskin. “Itu buat Bapak Presiden berat sekali. Karena itu perlu ada percepatan pengguna manfaat,” ujarnya.

Prabowo sebelumnya juga merespons sejumlah insiden keracunan yang menimpa siswa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis. Menurut dia, kegagalan program MBG akibat keracunan terbilang sangat rendah.

“Bisa dikatakan yang keracunan sejumlah 200 orang. Itu 200 dari tiga koma sekian juta (3,4 juta penerima), kalau tidak salah 0,005 persen. Berarti keberhasilannya adalah 99,99 persen,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 5 Mei 2025.

Eks Menteri Pertahanan ini mengklaim proses pengolahan bahan pangan di dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG sudah memperhatikan kebersihan dan keamanan yang ketat. Dia menyebut para pekerja dapur telah dibekali dengan alat pelindung diri (APD).

Menurut Prabowo, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu dari kasus keracunan paket MBG, salah satunya adat istiadat atau budaya makan yang bervariasi di setiap daerah. Misalnya, ada beberapa anak yang tidak terbiasa mengonsumsi makanan menggunakan sendok.

Lebih lanjut, Presiden menilai bahwa masih banyak siswa yang tidak memiliki kebiasaan mencuci tangan. Menurut dia, perilaku menjaga kebersihan yang sederhana tersebut bisa mencegah diri dari kejadian keracunan. 

Hendrik Yaputra berkontrobusi dalam penulisan artikel ini.

Loading

About the Author

Admin

Administrator

Buser Kriminal adalah media online yang fokus pada peliputan berita kriminalitas, hukum, dan investigasi. Media ini menyajikan informasi seputar kejahatan, kasus-kasus yang sedang berjalan, serta peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan dunia kriminal dan penegakan hukum.

Visit Website View All Posts

Terkait

Post navigation

Previous: Aturan Baru Dana BOS 2025: Wajib Tahu Cara, Batas Waktu, dan Sanksi yang Bisa Membuat Sekolah Gigit Jari!
Next: QR Code, Upaya Mencegah Akta Cerai Palsu

Related News

image_editor_output_image-1714688054-17703676895752800176989043216116
  • Berita Utama

Peringati HUT ke-18, Gerindra Kabupaten Sukabumi Tegaskan Kesetiaan: “Prabowo Dua Periode!”

Admin Februari 6, 2026 0
image_editor_output_image30890579-17703396075865319737471405765999
  • Berita Utama

Reses di Cicantayan, Faizal Akbar Awaludin Serap Aspirasi Kesehatan dan Infrastruktur Warga

Admin Februari 6, 2026 0
img_20260204_1445171561358152530031153
  • Berita Utama

Peredaran Obat Keras di Sukabumi Kota Kian Terang-terangan, Komitmen Aparat Dipertanyakan

Admin Februari 4, 2026 0
  • Bok Redaksi
  • Kami Akan Segera Kembali
  • Pedoman Media Siber
Copyright © Media Buser Kriminal 88 News | MoreNews by AF themes.