
SUKABUMI – Di tengah jargon peningkatan kualitas pendidikan nasional, potret buram justru terlihat jelas di SD Negeri Kebon Peuteuy, yang berlokasi di Kampung Kembang Kuning, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Sekolah ini tidak hanya kekurangan tenaga pengajar, tetapi kondisi bangunannya pun kini mengancam keselamatan para siswa. Selasa, 17/03/2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bangunan sekolah tampak lapuk dengan atap yang bocor dan dinding yang retak berat. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar jauh dari kata nyaman, bahkan kerap diwarnai kecemasan.
Beban Berat di Tengah Keterbatasan
Data terbaru menunjukkan sekolah ini memiliki beban yang cukup berat. Untuk melayani 6 Rombongan Belajar (Rombel) dengan total 119 siswa, SDN Kebon Peuteuy hanya memiliki 4 orang guru. Rasio 1 banding 30 ini memaksa para pendidik bekerja ekstra keras di tengah fasilitas yang minim.
Ketimpangan paling krusial ada pada ketersediaan ruang kelas yang layak. Dari 6 rombel yang ada, sekolah ini hanya memiliki 5 ruang kelas yang masih tersisa, dan itu pun kondisinya sangat memprihatinkan. Kekurangan satu ruang kelas permanen memaksa pihak sekolah menggunakan sistem shift atau menggabungkan kelas, yang tentu mengganggu fokus siswa.
Cemas Setiap Hujan Turun
Kecemasan mendalam diungkapkan oleh salah satu guru yang sudah lama mengabdi, yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan posisi. Ia menggambarkan betapa ngerinya situasi saat cuaca buruk tiba.
“Jujur saja, kami selalu was-was setiap kali hujan deras turun. Atap kelas bocor parah, air menggenang, dan yang paling menakutkan adalah suara kayu atap yang berderit. Kami sering terpaksa menghentikan pelajaran dan menyuruh anak-anak pulang lebih awal karena takut atap ambruk menimpa mereka. Kondisi ini sangat membahayakan, pak. ” keluhnya dengan nada putus asa.
Kutipan tersebut menggambarkan fakta di lapangan yang jauh dari angka “kelayakan bangunan 83%” dalam data formal. Kerusakan pada atap dan struktur bangunan bukan lagi sekadar masalah kenyamanan, melainkan sudah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan nyawa ratusan anak didik di Desa Munjul.
Menanti Uluran Tangan Pemerintah
Perbaikan parsial atau dana perawatan rutin dipastikan tidak akan cukup untuk mengatasi masalah di SDN Kebon Peuteuy. Sekolah ini membutuhkan renovasi total dan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB).
Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi segera turun tangan memberikan perhatian prioritas. Pendidikan adalah hak dasar warga negara, dan anak-anak di Ciambar berhak mendapatkan fasilitas yang manusiawi untuk meraih cita-cita mereka, tanpa harus bertaruh nyawa di dalam ruang kelas yang rapuh.
Kontributor : Dedi Irawan
Redaktur : Widiyanto*©
